KINETIKA PERTUMBUHAN BAKTERI PDF

Jumlah inokulum; jumlah sel awal yang semakin tinggi mempercepat fase adaptasi Germinasi spora; bila mikroba yang ditanam pada medium ada dalam bentuk spora dan bukan sel vegetatif maka bila ia ditanam dalam medium dengan kondisi lingkngan yang baik , ia akan berubah menjadi bentuk sel vegetatif dan ini memerlukan sedikit waktu Mutan yag baru terbentuk perlu waktu untuk adaptasi dengan lingkngan yang baru. Fasa Petumbuhan Dipercepat Decelerated Growth Phase Pada fasa ini mikroba telah dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sel mulai membelah diri dengan kecepatan rendah, ukuran sel dapat mencapai maksimum serta mulai adanya aktivitas metabolisme. Dalam kondisi kultur yang optimum, sel mikroba mengalami reaksi metabolisme yang maksimum. Selama fase logaritma, konsentrasi nutrient esensial ada dalam keadaan cukup jenuh untuk menunjang reaksi-reaksi metabolisme utama dari pertumbuhan. Pada saat ini paling sensitif terhadap lingkungan. Fase logaritmik dicirikan oleh suatu garis lurus pada plot semilog antara In x melawan waktu.

Author:Kagamuro Tura
Country:French Guiana
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):13 April 2010
Pages:88
PDF File Size:9.3 Mb
ePub File Size:7.21 Mb
ISBN:284-3-21365-499-9
Downloads:43159
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Daizilkree



Apa tujuan percobaan kali ini? Mahasisiwa mampu mengukur konsentrasi sel dengan metode turbidimetri Mahasiswa mampu mengukur konsentrasi substrat Mahasiswa mampu menghitung parameter kinetika pertumbuhan Escherichia coli 2. Apa yang Anda ketahui mengenai teknik pengukuran konsentrasi sel dengan metode turbidimetri?

Massa sel dapat diukur secara optis dengan menentukan jumlah cahaya yang dipancarkan oleh suspensi sel. Teknik ini didasarkan pada kenyataan bahwa partikel memancarkan cahaya yang jumlahnya proporsional dengan konsentrasi. Ketika cahaya dilewatkan pada suspensi organisme, terjadi pengurangan jumlah cahaya yang diteruskan.

Penentuan semacam ini biasa digunakan pada spektrofotometri, dan terbaca sebagai Absorbansi. Absorbansi adalah logaritma dari ratio intensitas cahaya yang mengenai suspensi Io dengan intensitas cahaya yang diteruskan oleh suspensi I. Kalibrasi dilakukan dengan mengukur absorbansi sampel yang diketahui konsentrasinya.

Pengukuran biasanya dilakukan pada panjang gelombang nm. Apa yang Anda ketahui mengenai fase pertumbuhan bakteri? Waluyo, Gambar 1. Kurva Pertumbuhan Jasad Renik I Fase I: fase adaptasi fase lag Bila jasad renik dipindahkan ke dalam suatu medium, mula-mula akan mengalami fase adaptasi.

Fase in untuk menyesuaikan diri dengan substrat dan kondisi lingkungan di sekitarnya. Fase in belum terjadi pembelahan sel karena beberapa enzim mungkin belum disintesis. Jumlah sel pada fase ini mungkin tetap, tetapi kadang-kadang menurun.

Lamanya fase ini bervariasi, dapat cepat atau lambat tergantung dari kecepatan penyesuaian dengan lingkungan di sekitarnya. II Fase II: fase pertumbuhan awal fase permulaan pembiakan Setelah mengalami fase adaptasi, sel mulai membelah dengan kecepatan yang masih rendah karena baru selesai tahap penyesuaian diri.

III Fase III : fase pertumbuhan logaritmik fase eksponensial atau fase pembiakan cepat Setelah mikroba menyesuaikan diri dengan lingkungan, yakni pada fase adaptasi dan fase permulaan pembiakan, maka sel jasad renik membelah dengan cepat, dimana pertambahan jumlahnya mengikuti kurva logaritmik.

Pada fase ini kecepatan pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh medium tempat tumbuhnya seperti pH dan kandungan nutrien, suhu dan kelembaban udara. Pada fase ini sel membutuhkan energi lebih banyak dibandingkan dengan fase lainnya, selain itu sel paling sensitif terhadap keadaan lingkungan. Bila diinginkan untuk mengadakan piaraan yang cepat tumbuh, maka bakteri pada fase ini baik sekali untuk diadakan inokulum.

IV Fase IV: fase pertumbuhan lambat fase pembiakan diperlambat Pada fase ini pertumbuhan jasad renik diperlambat, karena beberapa sebab, misalnya: 1 zat nutrisi di dalam medium sudah sangat berkurang, 2 adanya zat hasil-hasil metabolisme yang mungkin beracun atau dapat menghambat pertumbuhan jasad renik. Pada fase ini pertumbuhan sel tidak stabil, tetapi jumlah populasi masih naik. Hal ini karena jumlah sel yang masih tumbuh lebih banyak daripada jumlah sel yang mati.

V Fase V: fase pertumbuhan tetap statis Pada fase ini jumlah populasi sel tetap karena jumlah sel yang tumbuh sama dengan jumlah sel yang mati.

Ukuran sel pada fase ini lebih kecil karena sel tetap membelah meskipun zat nutrisi sudah habis. Karena kekurangan zat nutrisi, maka kemungkinan sel tersebut mempunyai komposisi berbeda dengan sel yang tumbuh pada fase logaritma. Pada fase ini sel-sel menjadi lebih tahan terhadap keadaan ekstrem seperti panas, dingin, radiasi, dan bahan kimia. VI Fase VI: fase menuju kematian dan fase kematian Pada fase ini sebagian populasi jasad renik mulai mengalami kematian karena sebab, yakni: 1 nutrien di dalam medium sudah habis, 2 energi cadangan di dalam sel habis.

Jumlah sel yang mati semakin lama akan semakin banyak, dan kecepatan kematian dipengaruhi kondisi nutrien, lingkungan dan jenis jasad renik. Dari hasil percobaan mengenai perhitungan konsentrasi sel, data apa saja yang Anda dapatkan?

Nilai konsentrasi sel tiap waktu Xt 5. Setelah mendapat hasil tersebut, perhitungan apa yang Anda lakukan selanjutnya? Apa sebenarnya yang mau digambarkan oleh persamaan Monod? Monod menjelaskan tentang hubungan antara konsentrasi substrat pembatas pertumbuhan yang tersisa dengan laju pertumbuhan spesifik. Turunnya laju pertumbuhan disebabkan karena adanya penurunan konsentrasi substrat.

Konstanta Monod Ks adalah konsentrasi dari nutrien pembatas pertumbuhan di mana kecepatan pertumbuhan spesific adalah setengah dari harga maksimumnya. Ini menunjukkan afinitas yang dimiliki organisme untuk nutrien. Harga konstanta Monod biasanya kurang dari 0. Mengapa bakteri yang akan diukur konsentrasi selnya perlu diinkubasikan terlebih dahulu selama 24 jam?

Hal ini bertujuan agar poada saat pengamatan, bakteri diharapkan sudah berada pada fase eksponensial. Karena untuk mengukur laju pertumbuhan maksimum bakteri hanya bisa dilakukan pada saat bakteri berada pada fase eksponensial, karena bakteri akan tumbuh dengan cepat pada fase eksponensial.

Apa alasan digunakannya bakteri E. Pada percobaan ini, dipelajari pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan mengamati perubahan konsentrasi sel terhadap waktu. Bakteri yang digunakan adalah Escherichia coli karena bakteri ini memiliki kecepatan pertumbuhan yang cukup tinggi. Pada kondisi optimum, E. Apa kelemahan metode turbidimetri dalam menentukan konsentrasi sel?

Kelemahan metode turbidimetri adalah semua sel yang terdapat pada sampel ikut terukur, baik sel yang hidup maupun sel yang mati. Mengapa setiap setelah dilakukan sampling, sampel harus dimasukkan ke dalam ice bath? Apabila tabung reaksi ini tidak dimasukkan ke dalam ice bath maka pertumbuhan bakteri akan terus terjadi sehingga pengukuran konsentrasi sel menjadi tidak akurat.

Bagaimana perkiraan hasil percobaan kali ini? Dalam percobaan pertama dimana yang dilakukan adalah membandingkan pertumbuhan Escherichia coli dengan perlakuan yang menggunakan aerasi dan tanpa aerasi. Bakteri Escherichia coli yang merupakan bakteri yang anaerob fakultatif organisme yang dapat tumbuh dengan ada atau tanpa oksigen, tetapi pertumbuhannya akan lebih baik lagi apabila ada oksigen akan tumbuh dengan lebih baik pada kondisi diaerasi.

Hal ini disebabkan karena dengan adanya proses aerasi maka suplai oksigen untuk bakteri Escherichia coli menjadi bertambah banyak. Oleh karena itu, laju pertumbuhan dalam keadaan aerasi akan lebih baik daripada non-aerasi.

Dari hasil laju pertumbuhan spesifik tersebut dapat diketahui bahwa bakteri Escherichia coli mampu tumbuh lebih baik pada suhu C. Kesalahan ini mungkin disebabkan karena penyimpanan dalam ice bath yang terlalu lama saat menunggu untuk diuji dengan spektrofotometer, sehingga bakteri tersebut mampu tumbuh kembali saat suhu menurun dari C dalam ice bath. Diisi ke dalam 2 buah erlenmeyer mL masing-masing mL media Nutrient Broth. Diinokulasikan dalam masing-masing erlenmeyer suatu biakan murni Escherichia coli dari agar miring.

Diinkunbasikan semua erlenmeyer di dalam inkubator pada suhu C selama 16 jam. Setelah diinkubasi selama 16 jam, dimasukkan sebuah erlenmeyer ke dalam shaker untuk dilakukan pengocokan pada suhu ruang dan diletakkan erlenmeyer yang lain pada suhu ruang tanpa dilakukan pengocokan.

Dilakukan sampling setiap 20 menit dengan memipet secara aseptik sebanyak 6 mL kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan didinginkan di dalam ice bath.

Dipipet sampel ke dalam kuvet lalu dimasukkan ke dalam spektrofotometer untuk pengukuran konsentrasi sel. Diisi ke dalam 2 buah erlenmeyer mL masing-masing mL media.

CS2253 COMPUTER ORGANIZATION AND ARCHITECTURE LECTURE NOTES PDF

Kotoran Sapi Kinetika Pertumbuhan Mikroorganisme dalam Bioreaktor Anaerobik

Pertumbuhan mikroba dapat diamati dari kenaikan konsentrasi mikroba. Melalui serangkaian proses enzimatis, mikroba melakukan biosintesis molekul-molekul penyusun sel dan menggandakan selnya. Kecepatan pertumbuhan mikroba merupakan respon terhadap substrat media pertumbuhan yang disediakan dan kondisi lingkungannya. Pada dasarnya pertumbuhan yaitu penambahan massa, ukuran, dan jumlah sel. Pada mikroorganisme pertumbuhan sel dapat berubah langsung menjadi pertumbuhan populasi, jumlah sel bertambah sangat cepat dengan waktu yang cepat pula.

BUSTED DRUG WAR SURVIVAL SKILLS BY M.CHRIS FABRICANT PDF

KINETIKA PERTUMBUHAN BAKTERI PDF

Lihat dokumen lengkap 83 Halaman Tahap pertama material organik akan didegradasi menjadi asam-asam rantai pendek dengan bantuan bakteri pembentuk asam. Bakteri ini akan menguraikan substrat pada tingkat hidrolisis dan asidifikasi. Hidrolisis yaitu penguraian senyawa kompleks atau senyawa rantai panjang seperti lemak, protein, karbohidrat menjadi senyawa yang sederhana. Sedangkan asidifikasi yaitu pembentukan asam dari senyawa sederhana. Setelah material organik berubah menjadi asam-asam, maka tahap kedua dari proses anaerobik digestion adalah pembentukan gas metana dengan bantuan bakteri pembentuk metana seperti methanococus, methanosarcina, methano bacterium. Perkembangan proses Anaerobik digestion telah berhasil pada banyak aplikasi. Proses ini memiliki kemampuan untuk mengolah sampah limbah yang keberadaanya melimpah dan tidak bermanfaat menjadi produk yang lebih bernilai.

KIRIT PARIKH COMMITTEE REPORT 2013 PDF

Laporan Kinetika Pertumbuhan Bakteri Kel 7

Berdasarkan jumlah sel 1. Metode langsung secara mikroskopis Total count Ada beberapa cara perhitungan secara langsung, antara lain adalah dengan membuat preparat dari suatu bahan preparat sederhana diwarnai atau tidak diwarnai dan penggunaan ruang hitung counting chamber. Enumerasi mikroba dapat dilakukan secara langsung yaitu dengan menghitung jumlahnya tanpa ditumbuhkan terlebih dahulu dalam suatu medium, dalam teknik ini semua sel mikroba baik yang hidup maupun yang mati akan terhitung. Untuk melakukan renumerasi mikroba dalam suatu bahan seringkali diperlukan pengenceran bertingkat.

Related Articles