LAPORAN PENDAHULUAN INTRANATAL CARE PDF

Kemajuan yang cukup baik pada persalinan kala I : - Kontraksi teratur yang progresif dengan peningkatan frekuensi dan durasi. Kemajuan yang kurang baik pada kala I : - Kontraksi yang tidak teratur dan tidak sering setelah fase laten. Jika denyut nadi ibu meningkat, mungkin ia sedang dalam keadaan dehidrasi atau kesakitan. Pastikan hidrasi yang cukup melalui oral atau IV dan berikan analgesik secukupnya.

Author:Moogular Grogrel
Country:Ecuador
Language:English (Spanish)
Genre:Politics
Published (Last):26 December 2007
Pages:232
PDF File Size:2.39 Mb
ePub File Size:3.16 Mb
ISBN:731-3-82149-406-5
Downloads:70652
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mikajind



Persalinan atau Partus adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu. Persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan yang cukup bulan setelah 37 minggu tanpa disertai adanya penyulit. Persalinan dimulai inpartu sejak uterus berkontraksi dan menyebabkan perubahan pada serviks membuka dan menipis dan berakhir dengan lahirnya plasenta secara lengkap. Ibu dikatakan belum inpartu jika kontraksi uterus tidak mengakibatkan perubahan serviks Damayanti, dkk, Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu Harianto.

Sebab-Sebab Terjadinya Persalinan a. Teori penurunan hormon progesterone. Progesterone menimbulkan relaksasi otot rahim, sebaliknya estrogen meninggikan kerentanan otot rahim. Selama kehamilan terdapat keseimbangan antara kadar progesterone dan estrogen didalam darah, tetapi pada akhir kehamilan kadar progesterone menurun sehingga menimbulkan his. Teori oxytocin. Pada akhir kehamilan kadar oxytosin bertambah. Oleh karena itu timbul kontraksi otot — otot rahim.

Teori plasenta menjadi tua. Plasenta yang tua akan menyebabkan turunnya kadar estrogen dan progesterone yang akan menyebabkan kekejangan pembuluh darah. Hal ini akan menimbulkan his. Teori prostaglandin. Prostaglandin yang dihasilkan oleh deciduas menimbulkan kontraksi miometrium pada setiap umur kehamilan.

Pengaruh janin. Hipofise dan supra renal janin memegang peranan oleh karena pada anencephalus, kehamilan sering lama dari biasanya. Teori distensi rahim. Rahim yang menjadi besar dan teregang yang menyebabkan iskemia otot — otot rahim sehingga mengganggu sirkulasi uteroplasenta.

Teori iritasi mekanik Dibelakang serviks terletak ganglion servikalis, bila ganglion ini digeser dan ditekan misalnya oleh kepala janin maka akan menimbulkan his.

Jenis - Jenis Persalinan Berdasarkan usia kehamilan, terdapat beberapa jenis persalinan yaitu : a. Persalinan aterm: yaitu persalinan antara umur hamil minggu, berat janin di atas 2. Persalinan prematurus: persalinan sebelum umur hamil minggu, berat janin kurang dari 2. Persalinan serotinus: persalinan yang melampaui umur hamil 42 minggu, pada janin terdapat tanda postmaturitas d.

Peralinan presipitatus: persalinan yang berlangsung cepat kurang dari 3 jam. Berdasarkan proses berlangsungnya persalinan dibedakan sebagai berikut : a. Persalinan spontan: bila persalinan ini berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir.

Persalinan anjuran: pada umumnya persalinan terjadi bila bayi sudah cukup besar untuk hidup di luar, tetapi tidak sedemikian besarnya sehingga menimbulkan kesulitan dalam persalinan. Tanda dan Gejala Menjelang Persalinan a. Lightening Lightening yang dimulai dirasa kira-kira dua minggu sebelum persalinan adalah penurunan bagian presentasi bayi ke dalam pelvis minor.

Pada presentasi sefalik, kepala bayi biasanya menancap setelah lightening. Kalau tadinya selama masa hamil, serviks dalam keadaan menutup, panjang dan lunak, sekarang serviks masih lunak dengan konsistensi seperti pudding, dan mengalami sedikit penipisan effacement dan kemungkinan sedikit dilatasi. Evaluasi kematangan serviks akan tergantung pada individu wanita dan paritasnya sebagai contoh pada masa hamil.

Serviks ibu multipara secara normal mengalami pembukaan 2 cm, sedangkan pada primigravida dalam kondisi normal serviks menutup. Perubahan serviks diduga terjadi akibat peningkatan instansi kontraksi Braxton Hicks. Serviks menjadi matang selama periode yang berbeda-beda sebelum persalinan. Kematangan serviks mengindikasikan kesiapannya untuk persalinan. Persalinan Palsu Persalinan palsu terdiri dari kontraksi uterus yang sangat nyeri, yang memberi pengaruh signifikan terhadap serviks.

Kontraksi pada persalinan palsu sebenarnya timbul akibat kontraksi Braxton Hicks yang tidak nyeri, yang telah terjadi sejak sekitar enam minggu kehamilan. Bagaimanapun, persalinan palsu juga mengindikasikan bahwa persalinan sudah dekat.

Ketuban Pecah Dini Pada kondisi normal, ketuban pecah pada akhir kala I persalinan. Bloody Show Bloody show merupakan tanda persalinan yang akan terjadi, biasanya dalam 24 hingga 48 jam. Akan tetapi bloody show bukan merupakan tanda persalinan yang bermakna jika pemeriksaan vagina sudah dilakukan 48 jam sebelumnya karena rabas lendir yang bercampur darah selama waktu tersebut mungkin akibat trauma kecil terhadap atau perusakan plak lendir saat pemeriksaan tersebut dilakukan.

Lonjakan Energi Terjadinya lonjakan energi ini belum dapat dijelaksan selain bahwa hal tersebut terjadi alamiah, yamg memungkinkan wanita memperoleh energi yang diperlukan untuk menjalani persalinan. Wanita harus diinformasikan tentang kemungkinan lonjakan energi ini untuk menahan diri menggunakannya dan justru menghemat untuk persalinan.

Gangguan Saluran Cerna Ketika tidak ada penjelasan yang tepat untuk diare, kesulitan mencerna, mual, dan muntah, diduga hal-hal tersebut gejala menjelang persalinan walaupun belum ada penjelasan untuk kali ini. Beberapa wanita mengalami satu atau beberapa gejala tersebut Varney, Mekanisme Persalinan Mekanisme persalinan adalah gerakan posisi yang dilakukan janin untuk menyesuaikan diri terhadap pelvis ibu.

Terdapat delapan gerakan posisi dasar yang terjdai ketika janin berada dalam presentasi vertex sefalik. Gerakan tersebut, sebagai berikut: a. Engagement Terjadi ketika diameter biparietal kepala janin telah melalui pintu atas panggul.

Penurunan Kepala Penurunan kepala lengkap terjadi selama persalinan oleh karena itu keduanya diperlukan untuk terjadi bersamaan dengan mekanisme lainya. Fleksi Rotasi Internal Hal yang sangat penting untuk penurunan lebih lanjut. Melalui penurunan ini diameter Sub oksipitobregmantika yang lebih kecil digantikan dengan diameter kepala janin tidak dalam keadaan fleksi sempurna, atau tidak berada dalam sikap militer atau tidak dalam keadaan beberapa derajat ekstensi.

Rotasi Internal Menyebabkan diameter anteroposterior kepala janin menjdai sejajar dengan diameter anteroposterior pelvis ibu. Paling biasa terjadi adalah oksipot berotasi ke bagian anterior pelvis ibu, dibawah simfisis pubis.

Pelahiran Kepala Pelahiran kepala berlangsung melalui ekstensi kepala untuk mengeluarkan oksiputanterior. Dengan demikian kepala dilahirkan dengan ekstensi seperti, oksiput, sutura sagitalis, fontanel anterior, alis, orbit, hidung, mulut, dan dagu secara berurutan muncul dari perineum.

Restitusi Rotasi kepala baik kearah kanan maupun kiri, berantung pada arah dari tempat kepala berotasi ke posisi oksiput-anterior. Rotasi Eksternal Terjadi pada saat bahu berotasi , menyebabkan diameter bisakromial sejajar dengan diameter anteroposterior pada pnitu bawah panggul. Hal ini menyebabkan kepala melakukan rotasi eksteral lain sebesar ke posisi LOT atau ROT, bergantung arah restuisi.

Sumbu carcus adalah ujung keluar paling bawah pada pelvis. Bahu anterior kemudian terlihat pada orifisum vulvovaginal, yang menyentuh di bawah simfisis pubis, bahu posterior kemudian menggembugkan perineum dan lahir dengan posisi ateral. Setelah bahu lahir, bagian badan yang tersisa mengikuti sumbu Carus dan segera lahir Varney, Fase Persalinan a. Dimulai pada waktu serviks membuka karena his : kontraksi uterus yang teratur, makin lama, makin kuat, makin sering, makin terasa nyeri, disertai pengeluaran darah-lendir yang tidak lebih banyak daripada darah haid.

Berakhir pada waktu pembukaan serviks telah lengkap pada periksa dalam, bibir porsio serviks tidak dapat diraba lagi. Selaput ketuban biasanya pecah spontan pada saat akhir kala I. Serviks terbuka sampai 3 cm. Frekuensi dan amplitudo terus meningkat.

Kemajuan persalinan dalam kala I : a. Kemajuan pada kondisi ibu. Pastikan hidrasi yang cukup melalui oral atau IV dan berikan analgesik secukupnya. Segera berikan dextrose IV. Kemajuan pada kondisi janin. KALA 2 Dimulai pada saat pembukaan serviks telah lengkap dan berakhir pada saat bayi telah lahir lengkap. Pada Kala II ini His menjadi lebih kuat, lebih sering, dan lebih lama.

Refleks mengejan terjadi juga akibat stimulasi dari tekanan bagian terbawah janin pada persalinan normal yaitu kepala yang menekan anus dan rektum. Tambahan tenaga meneran dari ibu, dengan kontraksi otot-otot dinding abdomen dan diafragma, berusaha untuk mengeluarkan bayi. Peristiwa penting pada Kala II: a.

Bagian terbawah janin pada persalinan normal : kepala turun sampai dasar panggul. Perineum meregang dan anus membuka hemoroid fisiologis d. Kemungkinan diperlukan pemotongan jaringan perineum untuk memperbesar jalan lahir episiotomi. Proses pengeluaran janin pada Kala II persalinan letak belakang kepala : a. Kepala turun ke dalam rongga panggul, akibat : 1 tekanan langsung dari his dari daerah fundus ke arah daerah bokong, 2 tekanan dari cairan amnion, 3 kontraksi otot dinding perut dan diafragma mengejan , dan 4 badan janin terjadi ekstensi dan menegang.

Fleksi : kepala janin fleksi, dagu menempel ke toraks, posisi kepala berubah dari diameter oksipito-frontalis puncak kepala menjadi diameter suboksipito-bregmatikus belakang kepala. Rotasi interna putaran paksi dalam : selalu disertai turunnya kepala, putaran ubun-ubun kecil ke arah depan ke bawah simfisis pubis , membawa kepala melewati distansia interspinarum dengan diameter biparietalis. Ekstensi : setelah kepala mencapai vulva, terjadi ekstensi setelah oksiput melewati bawah simfisis pubis bagian posterior.

Lahir berturut- turut : oksiput, bregma, dahi, hidung, mulut, dagu. Rotasi eksterna putaran paksi luar : kepala berputar kembali sesuai dengan sumbu rotasi tubuh, bahu masuk pintu atas panggul dengan posisi anteroposterior sampai di bawah simfisis, kemudian dilahirkan bahu depan dan bahu belakang. Ekspulsi : setelah bahu lahir, bagian tubuh lainnya akan dikeluarkan dengan mudah. Sifat His : Amplitudo mmHg, frekuensi kontraksi berkurang, aktifitas uterus menurun.

Plasenta dapat lepas spontan dari aktifitas uterus ini, namun dapat juga tetap menempel retensio dan memerlukan tindakan aktif manual aid. Faktor - faktor yang mempengaruhi persalinan a. Gerakan memendek dan menebal otot-otot rahim yang terjadi sementara waktu disebut kontraksi.

Kontraksi ini terjadi diluar sadar sedangkan retraksi mengejan adalah tenaga kedua otot-otot perut dan diafragma digunakan dalam kala II persalinan. Tenaga dipakai untuk mendorong bayi keluar dan merupakan kekuatan ekspulsi yang dihasilkan oleh otot-otot volunter ibu.

DS3232SN DATASHEET PDF

Laporan Pendahuluan dan Askep Antenatal Care

Jenis persalinan persalinan 1. Persalinan buatan Bila proses persalinan dengan bantuan tenaga dari luar 3. Tanda-tanda persalian 1. Terasa nyeri di selangkangan Anda akan merasakan nyeri di bagian selangkangan karena ada tekanan sebagai akibat posisi kepala janin sudah turun ke bawah, ke daerah rangka tulang pelvis. Lantaran janin menekan kandung kemih, ibu hamil menjadi sering buang air kecil.

OTOMATIK KONTROL SISTEMLERI BENJAMIN KUO PDF

Latar Belakang Kehamilan adalah suatu peristiwa yang penting dalam kehidupan seorang wanita dan keluarganya. Proses kehamilan sampai kelahiran merupakan mata rantai satu kesatuan. Proses kehamilan berakhir pada proses persalinan. Persalinan merupakan suatu proses yang bertahap mulai dari kala I sampai dengan kala IV.

ANTONINE MAILLET LA SAGOUINE PDF

Pemberian Tablet tambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan. Pemberian tablet tambah darah dimulai setelah rasa mual hilang satu tablet setiap hari, minimal 90 tablet. Tablet besi sebaiknya tidak minum bersama kopi, teh karena dapat mengganggu penyerapan Prawirohardjo, Tes laboratorium rutin dan khusus. Pemeriksaan laboratorium rutin mencakup pemeriksaan hemoglobin, protein urine, gula darah, dan hepatitis B. Pemeriksaan khusus dilakukan didaerah prevalensi tinggi dan atau kelompok perilaku terhadap HIV, sifilis, malaria, tubercolusis, cacingan dan thalasemia. Meilani, et al.

Related Articles